Thursday, 7 June 2012

PUBLIC SPEAKING


LAPORAN AKHIR PUBLIC SPEAKING
ILMU KOMUNIKASI
Arum Novitasari (7101410188)

1.      MATERI
The North Yungas Road (alternatif dikenal sebagai Jalan Grove, Coroico Road, Camino de las Yungas Road of Death atau Jalan Kematian) adalah satu kilometer 61 (38 mil) atau 69 kilometer (43 mil) jalan terkemuka dari La Paz untuk Coroico , 56 kilometer (35 mil) timur laut dari La Paz di Yungas wilayah Bolivia . Hal ini legendaris untuk bahaya ekstrim dan pada tahun 1995 Bank Pembangunan Antar-Amerika dibaptis sebagai "jalan paling berbahaya di dunia" itu. Salah satu perkiraan adalah bahwa 200 hingga 300 wisatawan yang dibunuh setiap tahun di sepanjang jalan . Jalan ini mencakup salib menandai banyak tempat di mana kendaraan telah jatuh.
Sebuah Selatan Yungas Road (Jalan Chulumani) ada yang menghubungkan La Paz untuk Chulumani , 64 kilometer (40 mil) timur dari La Paz, dan dianggap hampir sama berbahayanya dengan Road Utara.
Ibaratkan setiap kendaraan yang lewat adalah anda. Jalan begitu sempit dan sulit di lalui. Tapi kendaraaan itu tetap bisa melewatinya. Ibaratkan jalan tersebut adalah perjalanan hidup anda. Hidup tak mungkin berjalan secara lancar terus, tidak terus berjalan dengan yang anda kehendaki, jika itu bisa maka setiap kehendak manusia akan terjadi. Bukan seperti itu, tentu tidak mudah, banyak rintangan untuk mencapai tujuan anda. Tapi satu yang perlu diingat, percayakan langkah anda pada diri anda sendiri. Bahwa anda bisa melakukan yang terbaik. Siapa yang akan menolong diri anda, jika bukan anda sendiri. Tuhan saja percaya pada anda, membiarkan anda hidup di dunia, mempercayakan bumi pada manusia. Kenapa kita tidak bisa percaya pada diri kita sendiri. Kegagalan itu pasti, tapi anda akan menyesal jika tak pernah gagal. Jadi stay calm dan berusaha apa yang anda kehendaki. Lihat orang- orang yang menyayangi anda. Berbahagialah anda dengan diri anda, berbahagialah dengan orang- orang yang menyayangi anda, dan berbahagialah dengan kehidupan yang Tuhan berikan kepada anda.
2.      BEBERAPA COMMENT AUDIANCE
a.       Comment Positif
1.      Materi cukup dapat tersampaikan
2.      Bagus, suara jelas dan komunikatif
3.      Tema sudah bagus dan simpulan yang bagus pula
4.      Menguasai materi
5.      Kreatif, ekspresif dan menginspirasi
6.      Persiapan matang, bagus
7.      Kata- katanya mengandung berjuta makna
8.      Gesture dan cara berbicara sudah bagus

b.      Comment Negatif
1.      Pesan dapat ditangkap tapi cerita tidak begitu jelas
2.      Suara jelas, tapi kurang keras
3.      Muka tertuju ke kiri terus
4.      Kurang menguasai stage
5.      Bingung
6.      Suara kurang lantang

3.      SOLUSI COMMENT

1.      Karena saya tak begitu pandai berbicara dan tak begitu suka berbicara banyak, mungkin beberapa cerita tidak tersampaikan atau menjadikan anda bingung. Lain kali akan saya coba agar lebih baik dalam bercerita dan berbagi cerita.
2.      Dalam penguasaan stage mungkin saya harus lebih banyak belajar dalam melihat dan memperhatikan setiap yang ada di dalam ruang kuliah.
3.      Dalam penggunaan suara, terkadang beberapa kata memang saya buat agak lirih. Tapi dalam beberapa hal akan saya perbaiki lagi.



4.      KESIMPULAN

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Layaknya saya dan anda. Setidaknya banyak yang berbeda antara kita. Dan karena Tuhan menciptakannya seperti itu, jadi jangan sedih, dan jangan sekali- kali mencoba untuk menuntut atas apa yang diberikan kepada diri anda pada Tuhan. Jika anda menghardik diri anda, apalagi orang lain. Tidak ada yang bisa menghargai diri anda lebih tinggi kecuali diri anda sendiri. Satu- satunya hal yang bisa anda ubah menjadi lebih baik adalah diri anda sendiri.
Berusaha dan lakukan yang terbaik yang bisa anda lakukan. Jangan pikirkan apa yang tidak bisa anda lakukan, tapi coba sekali- kali pikirkan apa yang bisa anda lakukan. Kehidupan kadang tak berpihak, tapi anggaplah itu satu bagian dalam hidup anda. Tidak boleh ada penyesalan dalam hidup anda. Itu adalah yang anda lakukan dan percaya pada diri anda sendiri. Itulah jawaban yang anda butuhkan.
Tidak ada kesempurnaan kecuali Tuhan. Jangan pernah berfikir untuk melakukan sesuatu dengan kesempurnaan tapi cobalah dengan melakukan dengan ketepatan, kedislipinan dan lihat. YOU CAN DO IT.

Tuesday, 29 May 2012

Tombol Share Melayang di Blog

mo buat tombol share melayang di blog. ini caranya........
Untuk langkah-langkahnya sangatlah mudah, lihat sebagai berikut

1. Masuk Blogger.com
2. Pilih icon "Go to post list" ->> Layout/ tata letak
3. Tambah Gadget HTML/ JavaScript
4. Masukkan kode berikut
 <!-- floating page sharers Start-->  
 <style type="text/css">  
 #pageshare {position:fixed; bottom:15%; margin-left:-71px; float:left; border-radius:5px;-moz-border-radius:5px;-webkit-border-radius:5px;background-color:#F2F2F2;padding:0 0 2px 0;z-index:10;}  
   
 #pageshare .sbutton {float:left;clear:both;margin:5px 5px 0 5px;}  
 .fb_share_count_top {width:48px !important;}  
 .fb_share_count_top, .fb_share_count_inner {-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;}  
 .FBConnectButton_Small, .FBConnectButton_RTL_Small {width:49px !important; -moz-border-radius:3px;/*bs-fsmsb*/-webkit-border-radius:3px;}  
 .FBConnectButton_Small .FBConnectButton_Text {padding:2px 2px 3px !important;-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;font-size:8px;}  
 </style>  
   
 <div id='pageshare' title="Share to Your Friends">  
 <div style="clear: both;font-size: 16px;text-align:center;">  
 </div>  
 <div class='sbutton' id='gplusone'>  
 <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script>  
   
 <g:plusone size="tall"></g:plusone>  
 </div>  
 <div class='sbutton' id='fb'>  
 <a name="fb_share" type="box_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php">Share</a><script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script>  
 </div>  
 <div class='sbutton' id='rt'>  
 <script src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js" type='text/javascript'></script>  
 </div>  
   
 <div class='sbutton' id='rw'>  
 <div class="addthis_toolbox addthis_default_style ">  
 <a class="addthis_counter"></a>  
 </div>  
 <script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/300/addthis_widget.js#pubid=ra-4d764bd843e747be"></script>  
 <a href=" http://berbagi-kreativitas.blogspot.com/2012/01/buat-tombol-multi-share-blog.html"/>Get this</a>  
 <!-- floating page sharers End --></div></div>  
5. Simpan dan selesai.

Sunday, 6 May 2012

Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together)


Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together)

Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan  akademik. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen  dalam Ibrahim (2000: 28) dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
Ibrahim mengemukakan tiga tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu :
1. Hasil belajar akademik stuktural
Bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik.
2. Pengakuan adanya keragaman
Bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai latar belakang.
3. Pengembangan keterampilan social
Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.
Keterampilan yang dimaksud antara lain berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.Penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT merujuk pada konsep Kagen dalam Ibrahim (2000: 29), dengan tiga langkah yaitu :
a)      Pembentukan kelompok;
b)      Diskusi masalah;
c)      Tukar jawaban antar kelompok
Langkah-langkah tersebut kemudian dikembangkan oleh Ibrahim (2000: 29) menjadi enam langkah sebagai berikut :
Langkah 1. Persiapan
Dalam tahap ini guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat Skenario Pembelajaran (SP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
Langkah 2. Pembentukan kelompok
Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari latar belakang sosial, ras, suku, jenis kelamin dan kemampuan belajar. Selain itu, dalam pembentukan kelompok digunakan nilai tes awal (pre-test) sebagai dasar dalam menentukan masing-masing kelompok.
Langkah 3. Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan
Dalam pembentukan kelompok, tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau masalah yang diberikan oleh guru.
Langkah 4. Diskusi masalah
Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Pertanyaan dapat bervariasi, dari yang bersifat spesifik sampai yang bersifat umum.
Langkah 5. Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban
Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas.
Langkah 6. Memberi kesimpulan
Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.
Ada beberapa manfaat pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap siswa yang hasil belajar rendah yang dikemukakan oleh  Lundgren dalam Ibrahim (2000: 18), antara lain adalah :
1.      Rasa harga diri menjadi lebih tinggi
2.      Memperbaiki kehadiran
3.      Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar
4.      Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil
5.      Konflik antara pribadi berkurang
6.      Pemahaman yang lebih mendalam
7.      Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi
8.      Hasil belajar lebih tinggi

Contextual Teaching and Learning (CTL)


Contextual Teaching and Learning (CTL)


Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah sistem pembelajaran yang cocok dengan kinerja otak, untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna, dengan cara menghubungkan muatan akademis dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik. Hal ini penting diterapkan agar informasi yang diterima tidak hanya disimpan dalam memori jangka pendek, yang mudah dilupakan, tetapi dapat disimpan dalam memori jangka panjang sehingga apa yang dipelajari akan dihayati dan diterapkan dalam tugas pekerjaan.
CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat. Menurut teori pembelajran kontekstual, pembelajaran terjadi hanya ketika siswa (peserta didik) memproses informasi atau pengetahuan baru sedemikian rupa sehingga dapat terserap kedalam benak mereka dan mereka mampu menghubungannya dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar mereka. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa pikiran secara alami akan mencari makna dari hubungan individu dengan lingkungan sekitarnya.
 Berdasarkan pemahaman di atas, menurut metode pembelajaran kontekstual kegiatan pembelajaran tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas, tapi bisa di laboratorium, tempat kerja, sawah, atau tempat-tempat lainnya. Mengharuskan pendidik (guru) untuk pintar-pintar memilih serta mendesain linkungan belajar yang betul-betul berhubungan dengan kehidupan nyata, baik konteks pribadi, sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, serta lainnya, sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.
Dalam lingkungan seperti itu, para siswa dapat menemukan hubungan bermakna antara ide-ide abstrak dengan aplikasi praktis dalam konteks dunia nyata; konsep diinternalisasi melalui menemukan, memperkuat, serta menghubungkan. Sebagai contoh, kelas fisika yang mempelajari tentang konduktivitas termal dapat mengukur bagaimana kualitas dan jumlah bahan bangunan mempengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjaga gedung saat terkena panas atau terkena dingin.
Roger dan David Johnson bahwa ada lima unsur model pembelajaran kooperatif yaitu : saling ketergantungan positif, tanggungjawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota dan evaluasi proses kelompok
Kata kunci pembelajaran kooperatif adalah :
1.      Tim
2.      Pengelolaan Kerjasama
3.      Keinginan untuk bekerjasama melalui pengerjaan serangkaian tugas dan penghargaan
4.      Keahlian untuk bekerjasama
5.      Interaksi yang simultan
6.      Terdiri dari serangkaian tahapan yang berbeda dalam setiap model (Kagan 1992)
Tehnik-teknik yang dapat dipakai dalam pembelajaran model kooperatif learning adalah :
1.      Examples no examples
2.      Numbered heads together (NHT)
3.      Cooperative script
4.      Student teams-achieved divisions (STAD)
5.      Jigsaw (model tim ahli)
6.      Mind mapping
7.      Debat
8.      Write Pair Square
9.      Think Pair Square
10.  Role playing, dll.
 Examples no examples adalah siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan guru gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran/KD. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada para  siswa untuk memperhatikan dan menganalisa gambar, dilanjutkan presentasi. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan lembar kerja/hasil diskusinya. Siswa lain berkomentar dan kesimpulan. Kelompok dengan nilai tertinggi diberi reward (misal tanda bintang pada lembar kerja) lalu ditempel di dinding kelas
Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan  akademik. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen  dalam Ibrahim (2000: 28) dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
Skrip Kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
STAD, merupakan salah satu system pembelajaran kooperatif yang di dalamnya siswa dibentuk kedalam kelompok belajar yang terdiri dari empat atau lima anggota yang mewakili siswa dengan tingkat kemampuan dan jenis kelamin yang berbeda. Guru memberikan pelajaran dan selanjutnya siswa bekerja dalam kelompoknya masing-masing untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok telah menguasai pelajaran yang diberikan.Kemudian siswa melaksanakan tes atas materi yang diberikan dan mereka harus mengerjakan sendiri tanpa bantuan siswa lainnya.
Model dari Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajaran sendiri dan juga untuk menngkatkan tanggung jawab siswa terhadap pembelajaran sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tida hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi juga memberikan dan mengajarkan materi kepada anggotanya.
Map mapping dimana menuliskan tema utama sebagai titik central/tengah dan memikirkan cabang- cabangnya. Siswa mempelajari dimulai dari fokus terhadap tema yagn utama sedang kita pelajari.
Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Secara formal, debat banyak dilakukan dalam institusi legislatif seperti parlemen, terutama di negara-negara yang menggunakan sistem oposisi. Dalam hal ini, debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri.
Write-Pair-Square adalah salah satu teknik pembelajaran kooperatif dengan cara : siswa mula-mula bekerja sendiri, kemudian setelah itu mendiskusikan hasil kerjanya dengan temannya secara berpasangan lalu mereka membahas ulang pekerjaannya dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Terakhir siswa mendiskusikan pekerjaannya bersama-sama didalam kelas dipimpin guru (Kagan 1992)
Two Stay Two Spray adalah salah satu teknik pembelajaran kooperatif dengan cara : siswa mula-mula bekerja didalam kelompok, yang terdiri dari empat orang lalu dua diantaranya menjadi tamu ke kelompok lain untuk membahas dan mengecek hasil pekerjaan kelompok yang didatangi sementara dua siswa tinggal dalam kelompok untuk menerima kunjungan dari kelompok lain guna melakukan hal yang sama, setelah kegiatan itu siswa kembali ke kelompok asal dan terakhir mendiskusikan hasil kerjasanya secara klasikal.
Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk ‘menghadirkan’ peranperan
yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu ‘pertunjukan peran’ di dalam
kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta
memberikan penilaian
.

Friday, 27 April 2012

KOMUNIKASI INTRAPERSONAL DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL


KOMUNIKASI INTRAPERSONAL
DAN
KOMUNIKASI INTERPERSONAL


1.      Komunikasi Intrapersonal
Penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi dalam diri komunikator atau diri sendiri. Dimana individu dalam posisi sebagai pengirim sekaligus penerima pesan, juga memberikan umpan balik dan respon terhadap dirinya sendiri.

Contoh: Menulis Diary
“Mungkin mereka berfikir behwa saya bukan orang bebas, behkan saya cenderung terlihat manja. Ya.. memang benar, saya akui tidak begitu bebas. Ada batasan tertentu yang cenderung memperlihatkan saya terkurung. Tapi tak seperti itu, saya menyanyangi mereka, dan itu saya pikir adalah hal yang benar. Saya bahagia dengan kenyataan itu. Meski terlihat agak kaku dan sinting. Jika dikatakan manja, tak begitu juga. Sebab mereka memang memanjakkan komunikasi yang intents antara saya dan beliau, saya kira itu bentuk perhatian beliau. Lantas begini atau begitu persepsi mereka??? Saya tak tahu”

Deskripsi Diary dan Hubungan dengan Komunikasi Intrapersonal
Diary: catatan kejadian yang kita rasakan sehari-hari. Selain itu juga sebagai catatan sejarah hidup kita. Tak hanya sekedar itu. Diary juga sebagai media seseorang mencurahkan perasaan atau masalah yang dihadapinya. Juga sebagai pengungkapan emosi untuk merawat pikiran kita. Dari sini, dimana komunikasi Intrapersonal dilakukan atau terjadi ketika penulis muncutahkan perasaannya, keinginannya. Apa yang ia pikirkan? Contoh di atas “Begini atau begitukah persepsi mereka?” sebenarnya pertanyaan itu dilontarkan atau dicurahkan oleh si penulis. Selain itu pertanyaanditujukan untuk dirinya sendiri. Si penulis melakukan respon “saya bahagia”. Juga terlihat penulis mulai melakukan pemahaman diri pribadi, kesadaran, serta jati diri. Dimana penulis dapat menggunakan media buku, notebook, blog pribadi untuk mencutahkannya.


Feedback
Dengan adanya komnikasi Intrapersonal dengan menulis diary. Si penulis akan merasa lega, ada sesuatu yang plong. Selain itu penulis mendapat pemahaman tantang dirinya sendiri, lebih menghargai diri sendiri, dan sadar seperti apa si penulis.






2.      Komunikasi Interpersonal
Komunikasi merujuk pada orang lain. Jadi kita maupun orang lain dapat memposisikan sebagai komunikator, komunikan atau sebagai pemberi atau penerima pesan.

Contoh: Comment Jejaring Sosial
(Status)      MJ: “yah...Mau malming ujan lagi!”
(Comment)RD: “Ujan???Sebelah mana neng ujannya?”
                   MJ: “Ni... deket rumahku”
                   RD: “Oh.. tak kirain hujannya di hati kamu”
                   MJ: “Di hati aku?? Ujan apa?”
                  RD: “Ujan cintaku padamu..he..he..he”
                  MD: “Hey... rese!!!! Ngrayu pacar gua lagi, gua gibang juga loe”
                  RD: “Sorry Gan, Cuma bercanda (just kidding) kwkwkwk”

Deskripsi Jejaring Sosial dan Comment
Suatu struktur sosial yang menunjukkan hubungan atau ikatan antar individu. Ikatan ini dimulai dari keluarga hingga negara, dimana berguna penting dalam menentukan cara memecahkan masalah, dan sedang berhubungan dengan orang lain dengan relasi nilai, visi, ide, teman, dll. Comment atau komentar merupakan respon terhadap suatu hal yang terjadi, terhadap keadaan, perilaku yang terlihat dalam fenomena sosial.

Hubungannya dengan Komunikasi Interpersonal.
Dimana terlihat dalam comment terjadi pembicaraan oleh si komunikator dan komunikan. Ketika berada pada penulisan status, belum terjadi komunikasi. Baru setelah si “RD” mencomment status si “MJ” terjadilah timbal balik atau respon yang menjadi ciri komunikasi Interpersonal oleh si “RD” dan si “MJ”. Dimana diantara comment terdapat “pemicu”/ “rangsangan” untuk saling membalas sehingga terjadilah pembicaraan. Media comment jejaring sosial dapat melalui jejaring sosial itu sendiri, misalnya Facebook, Twitter, My Space, Yourfriend, Hi5, dll.

Feedback
Dengan adanya komunikasi Interpersonal seperti diatas, kita dapat dengan gembira, kebahagiaan. Si “MJ” bahagia karena statusnya mendapat respon, dapat saling share, berbagi apa yang ada dihatinya.

Saturday, 14 April 2012

KEPEGAWAIAN


KEPEGAWAIAN


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Pekerjaan–pekerjaan dapat diibaratkan sebagai “jembatan penghubung antara karyawan dan organisasi. Lowongan-lowongan pekerjaan merupakan penyebab timbulnya kebutuhan organisasi akan sember daya manusia. Departemen personalia hendaknya membantu  organisasi untuk memperoleh dan memelihara satuan kerja yang diinginkan dalam kepegawaian. Berbicara tentang masalah kepegawaian berarti tidak terlepas dari ketenagakerjaan. Hal ini, dikarenakan pegawai juga tenaga kerja. Penggunaan istilah pegawai, pekerja, kepegawaian, dan ketenagakerjaan sudah tidak asing lagi, bahkan secara yuridis  istilah tersebut memiliki arti yang sama dalam kaitannya di suatu perusahaan dan istansi pemerintah.
Pada umumnya yang dimaksud dengan kepegawaian adalah segala hal mengenai kedudukan, kewajiban, hak dan pembinaan pegawai. Pegawai mrupakam tenaga kerja meusia, jasmaniah meupun rohaniah (mental dan fikiran), yang senantiasa dibutuhkan dan menjadi modal pokok dalam badabn usaha kerja sama mencapai tujuan tertentu (organisasi).
Menilik pengertian tersebut sudah sepantasnya antara pimpinan dengan bawahan harus terjalin hubungan baik. Namun, fenomena yang terjadi dewasa ini sungguh bertentangan. Mutasi yang dilakukan pejabat tinggi yang terlalu sering, menyebabkan para pegawai resah. Bahkan yang terbaru terjadi di Kabupaten Kendal, rangkaian mutasi pejabat yang sudah empat kali sejak masa pemerintahan Bupati Widya Kandi Susanti, dikhawatirkan akan mengganggu kinerja pejabat. Memang mutasi adalah wewenang sepenuhnya oleh bupati di suatu kabupaten, namun, ketika tidak diperhatikan dengan seksama, dapat menimbulkan pesimis pada para pegawai, mereka merasa terlalu singkat untuk dipindahtugaskan, sedangkan mereka harus beradaptasi dengan cepat, untuk segera melaksanakan tugasnya. Sangat mengkhawatirkan, ketika para pegawai menjadi pesimis dalam menerima kewenangan mutasi dari atasan, tanpa memperhatikan keinginan pegawai terlebih dahulu.
Setelah memperoleh data yang cukup lengkap mengenai kasus mutasi di Kabupaten Kendal, penulis tergerak untuk menulis sebuah makalah berdasarkan teori Pengantar Ilmu Administrasi. Diharapkan, makalah ini bisa menjadi masukan bagi penulis sendiri dan pembaca.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah:
1.        Apa pengertian administrasi dan administrasi kepegawaian?
2.        Apa saja unsur-unsur administrasi?
3.        Apa saja tujuan administrasi?
4.        Apa pengertian administrasi kepegawaian?
5.        Apa fungsi administrasi kepegawaian?
6.        Bagaimana mengoptimalkan kinerja pegawai?
7.        Bagaimana mengoptimalakan kepuasan kerja pegawai?
8.        Apa yang terjadi, jika komunikasi dalam suatu instansi pemerintah tidak berjalan lancar?
9.        Upaya apa saja yang ditempuh dalam menghadapi masalah kepegawaian?

C.    Tujuan Penulisan
1.        Menjelaskan administrasi dan administrasi kepegawaian
2.        Menjelaskan unsur-unsur administrasi.
3.        Menyebutkan tujuan administrasi.
4.        Menjelaskan pengertian administrasi kepegawaian.
5.        Menjelaskan fungsi administrasi kepegawaian.
6.        Memberikan gambaran bagaimana mengoptimalkan kinerja pegawai.
7.        Memberikan gambaran bagaimana mengoptimalkan kepuasan kerja
8.        Memberikan contoh kasus yang berkaitan dengan kepuasan kerja
9.        Memberikan alternatif pemecahan masalah.


KERANGKA PENULISAN




Apakah administrasi sudah berjalan dalam kasus ini?

      Administrasi

    Unsur administrasi

             Kepegawaian sebagai unsur administrasi

Pegawai dan kepegawaian

      Partisipasi kerja

        Terpenuhinya kepuasan kerja

Mutasi pegawai oleh bupati kendal

      Seringnya mutasi ganggu kinerja pegawai

      Jalur mediasi

    Belum tercapai hasil


BAB II
TEORI


A.      Pengertian Administrasi dan Administrasi Kepegawaian
Pengertian administrasi secara etimologis:
Administrasi = administration (Inggris)- Administrare – Adninistratio (noun) – Latin ; Administrtivus (adj) artinya : Suatu kata kerja yang berarti melayani, membantu, menunjang atau memenuhi.

Pengertian administrasi menurut beberapa ahli:
1.    Menurut Sondang P. Siagian (2002:2)
“Asministrsi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lenih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk memcapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya”
2.    Menurut Miftah Thoha (1978:8)
“Administrasi adalah proses kegiatan pwnataann usaha kerja sama sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu”.

Administrasi kepegawaian dapat dirumuskan sebgai berikut:
a.    Sebagai Ilmu
Mempelajari segenap proses penggunaan tenaga manusia sejak penerimaan hingga pemberhentiannya.
b.    Sebagai proses
Proses penyelenggaraan politik kepegawaian atau programkerja yang berhubungan dengan tenaga kerja manusia yang digunakan dala usaga kerja sama untuk mendapai tujuan tertentu.
c.    Sebagai fungsi
Mengatur dan mengurus penggunaan tenagan kerja manusia dalam suatu usaha kerja sama sekelompok mannusia untuk mencapai tujuan tertentu, yang meliputi kegiatan:

1.    Merumuskan tujuan, sasaran pokok kebijaksanaan politik
2.    Menyusun organisasi untuk menyeleggarakan pelaksanaan tujuab sasaran pokij atau kebijaksanaan politik itu.
d.   Sebagai Seni
Seni memilih pegawai baru serta menggunakan pegawai-pegawai lama dengan cara sedemikian rupa, sehingga dari segenap tenaga kerja manusia itu diperoleh hasil dan jasa yang maksimal baik mengenai jumlah maupun mutunya.

Administrasi Kepegawaian
Administrasi kepegawaian berkaitan dengan penggunaan sumber daya manusia dalam suatu organisasi. Pada umumnya yang dimaksud dengan kepegawaian adalah segala hal mengenai kedudukan, kewajiban, hak dan pembinaan pegawai. Pegawai merupakan tenaga kerja manusia. Jasmaniah maupun rohaniah (mental dan fikiran), yang senantiasa dibutuhkan dan menjadi salah satu modal pokok dalam badan usaha kerja sama untuk mencapai tujuan organisasi tertentu.
B.       Sistem Administrasi Kepegawaian                                
Sistem administrasi kepegawaian adalah bagian dari administrasi negara yang kebijaksanaannya ditentukan dari tujuan yang ingin dicapai. Pola kebijaksanaannya tergantung pada bentuk negara yang dianut suatu negara, apakah federal ataukah kesatuan. selain itu, kebijaksanaan dasar sistem adinistrasi kepegawaian di Negara kita mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.
C.      Fungsi Teknis Administrasi Kepegawaian
Administrasi kepegawaian pada hakikatnya melakukan dua fungsi yaitu fungsi manajerial, dan fungsi operatif (teknis). Fungsi manajerial berkaitan dengan pekerjaan pikiran atau menggunakan pikiran (mental) meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian pegawai. Sedangkan fungsi operatif (teknis), berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan fisik, meliputi pengadaan, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemensiunan pegawai.
D.      Unsur-unsur Administrasi
Unsur adalah bagian dari sesuatu kebulatan. Tidak ada unsur bukan berarti suatu akibat itu tidak ada. Akibat atau kejadian itu ada tetapi kurang sempurna. Unsur-unsur administrasi meliputi:
1.         Menurut The Liang Gie
Organisasi
Informasi
Material
Manajemen
Personalia
Relasi Publik
Komunikasi
Finansial

2.         Menurut Miftah Thoha
Organisasi
Kepegawaian
Tata Usaha
Manajemen
Keuangan
Perwakilan(humas)
Komunikasi
Perbekalan

Organisasi, manajemen dan komunikasi termasuk dalam unsur administrasi bersifat lebih luas. Imformasi, personalia, financial, material, dan relasi public termasuk administrasi bersifat sempit. Masing-masing sub konsep tersebut bersifat statis. Kenyataan di tempat kerja akan tanpak adanya unsur umum sebagai proses yang bersifat dinamis.
E.       Fungsi Umum Administrasi Kepegawaian
a.    Perencanaan Pegawai
Perencanaan pegawai dapat didefinisikan sebagai proses penentuan kebutuhan pegawai pada masa yang akan datang berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi dan persediaan tenaga kerja yang ada. Perencanaan pegawai merupakan bagian penting dari dan sebagai kontributor pada proses perencanaan strategis karena membantu organisasi dalam menentukan sumber-sumber yang diperlukan dan membantu menentukan apa yang benar-benar dapat dicapai dengan sumber-sumber yang tersedia.
Perencanaan pegawai yang baik akan memperbaiki pemanfaatan pegawai, menyesuaikan aktivitas pegawai dan kebutuhan di masa depan secara efisien, meningkatkan efisiensi dalam merekrut pegawai baru serta melengkapi informasi tentang kepegawaian yang dapat membantu kegiatan kepegawaian dan unit organisasi lainnya. Melalui perencanaan dapat diketahui kekurangan dibanding kebutuhan sehingga dapat dilakukan perekrutan pegawai baru, promosi, dan transfer secara proaktif sehingga tidak mengganggu kegiatan organisasi.
Dalam membuat perencanaan pegawai perlu diperhatikan faktor internal dan eksternal organisasi. Di samping itu, perlu pula diperhatikan langkah-langkah yang harus ditempuh sebagaimana dikemukakan Miller Burack dan Maryann.
b.        Pengorganisasian Kepegawaian
Pengorganisasian adalah suatu langkah untuk menetapkan, menggolong-golongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan yang dipandang perlu, penetapan tugas dan wewenang seseorang, pendelegasian wewenang dalam rangka untuk mencapai tujuan.
Pengorganisasian mengantarkan semua sumber dasar (manusia dan nonmanusia) ke dalam suatu pola tertentu sedemikian rupa sehingga orang-orang yang bekerja di dalamnya dapat bekerja sama secara berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu akibat dari pengorganisasian adalah terbentuknya struktur organisasi dan dalam struktur organisasi akan nampak bagaimana hubungan antara satu unit dengan unit lain. Dengan kata lain, struktur organisasi akan mempengaruhi aliran kerja, delegasi wewenang dan tanggung jawab, sistem kontrol dan pengendalian, serta arus perintah dan pertanggungjawaban.

Pengendalian Pegawai
Pengawasan sebagai bagian dari pengendalian merupakan proses pengukuran dan penilaian tingkat efektivitas kerja pegawai dan tingkat efisiensi penggunaan sarana kerja dalam memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan organisasi. Setiap kegiatan pengawasan memerlukan tolok ukur atau kriteria untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam bekerja, yang dalam penilaian kinerja disebut standar pekerjaan.
Standar adalah suatu kriteria atau model baku yang akan diperbandingkan dengan hasil nyata. Banyak jenis standar yang dapat dipergunakan dalam pengendalian kegiatan-kegiatan kepegawaian. Dalam mengendalikan unit/bagian kepegawaian, pimpinan harus mampu menemukan butir-butir pengendalian strategis yang dapat dipantau berdasarkan penyimpangan.
c.       Pengarahan pegawai
Ada banyak teori dan keyakinan tentang apa yang memotivasi pegawai. Secara keseluruhan tidak ada kesepakatan tentang motivasi. Oleh karena itu, sangat sulit bagi organisasi untuk sampai pada kebijakan dan pendekatan yang akan memuaskan semua pegawai. Selain itu, bagi organisasi dalam skala apapun, membuat  analisis mendalam tentang apa yang mendalam tentang apa yang motivasi setiap pegawai adalah tidak praktis. Namun, setidaknya ada aturan-aturan praktis yang dapat diikuti untuk membantu memotivasi pegawai dan mengoptimalkan kepuasan kerja yaitu sebagai berikut:
1.      Jelaskan kepada para pegawai apa yang dimaksud dengan kinerja efektif dan pastikan mereka mengetahui apa yang diharapkan dari mereka
2.      Pastikan bahwa ada hubungan yang jelas antara kinerja dan penghargaan dan alangkah baiknnya hubungan tersebut dikomunikasikan dengan pegawai.
3.      Pastikan bahwa pegawai diberlakukan secara adil dan penilaian tentang kinerja adalah objektif.
4.      Bilamana mungkin kembangkan jenis-jenis penghargaan yang berbeda.
5.      Kembangkan semangat seluwes mungkin dalam lingkungan kerja dan kembangkan gaya manajemen yang mudah diserap dan mampu menyesuaikan dengan lingkungan.
6.      Kembangkan sebuah system manajemen yang tepat sasaran.
d.        Pengadaan Pegawai
Perencanaan dan Rekrutmen
Salah satu fungsi Kepegawaian adalah pengadaan pegawai. Dalam kegiatan pengadaan pegawai ini harus dilihat apakah ada formasi yang lowong, di samping itu perlu pula dilihat kebutuhan sumber daya manusia, banyaknya kebutuhan dan jenisnya pekerjaan. Setelah pasti ada formasi yang lowong, maka baru diadakan serangkaian kegiatan untuk menjaring pegawai yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit beserta kualifikasinya.
Sedangkan perekrutan merupakan proses penarikan sejumlah calon yang memiliki potensi untuk ditarik menjadi pegawai yang dilakukan melalui berbagai macam kegiatan. Perekrutan yang efektif secara konseptual memiliki beberapa hambatan yang dapat bersumber dari kebijakan organisasi maupun dari perencanaan sumber daya manusia. Dalam ketentuan perundang-undangan Kepegawaian Negara terdapat ketentuan yang mengatur formasi yaitu Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2003 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil.
Dalam rangka menentukan jumlah dan kualitas pegawai yang diperlukan oleh suatu unit organisasi, harus ditetapkan oleh seorang pejabat yang berwenang dalam jangka waktu tertentu berdasarkan jenis, sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan, dengan tujuan agar unit organisasi itu mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan tepat pada waktunya.

Seleksi, Orientasi, dan Pengangkatan
Kegiatan seleksi tidak hanya merupakan proses pemilihan pegawai dari sekian banyak pelamar yang dijaring melalui proses perekrutan, tetapi juga proses pemilihan calon pegawai terhadap organisasi yang akan dimasuki. Pegawai yang telah lolos seleksi akan diprioritaskan untuk mengikuti kegiatan orientasi sebelum yang bersangkutan ditempatkan dan mulai bekerja. Orientasi sangat penting terutama bagi pegawai baru. Hal ini dikarenakan apa yang diperoleh pertama kali seseorang memasuki dunia kerja akan berkesan lama, dan ini akan mempengaruhi pegawai tersebut.

Kinerja dan penilaian pegawai

Istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kenerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secarra kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksaakan tugasnya sesuaio dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Adapun factor yang mempengaruhi kenerja yakni: factor kemampuan dan factor motivasi. McClelland mengemukakan 6 karakteristik dari pegawai yang memiliki motif berprestasi tinggi, yaitu: pertama, memiliki tanggung jawab pribadi tinggi. Kedua, berani mengambil resiko. Ketiga, memiliki tujuan yang realistis. Keempat, memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi untuk tujuannya. Kelima, memanfaarkan umpan balik yang konkret dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukannya. Keenam, mencari kesempatan untuk meralisasikan rencana yang telah diprogramkan.
Orientasi merupakan upaya untuk mensosialisasikan nilai-nilai organisasi, pekerjaan, dan rekan-rekan pada pegawai baru, yang dilakukan melalui sebuah program formal maupun informal. Bagi pegawai lama yang akan menduduki jabatan baru, orientasi juga perlu. Mereka dapat belajar terlebih dahulu tanggung jawab yang akan dikerjakannya.



F.     Mengoptimalkan kinerja pegawai
Sumber:

      Semarang Metro

      08 Februari 2011

Mutasi Terus Menerus Ganggu Kinerja Pegawai

KENDAL-Rangkaian mutasi pejabat yang sudah empat kali sejak masa pemerintahan Bupati Widya Kandi Susanti, dikhawatirkan akan mengganggu kinerja pejabat. Seperti disampaikan Kartiko Nursapto, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kendal ketika dihubungi kemarin. Menurutnya, meski proses penempatan dan mutasi pejabat merupakan hak preogratif Bupati, namun pihaknya cukup prihatin dengan terjadinya rangkaian mutasi hingga empat kali di awal periode pemerintahan Bupati Widya Kandi Susanti.

Seringnya Bupati melakukan mutasi, bisa membuat kosentrasi pejabat terganggu. Hal itu karena banyak pejabat yang khawatir atau pun waswas jika sewaktu-waktu akan dipindah. ”Dipungkiri atau tidak, kebijakan mutasi tentu membuat kekhawatiran tersendiri bagi pejabat. Hal itu akan mengganggu kosentrasi, khususnya dalam melaksanakan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dirinya hanya berharap orang-orang yang dipilih bupati untuk menempati jabatan baru bisa segera menyesuaikan diri, bekerja dengan baik dan mengemban kepercayaan Bupati dan masyarakat. Lebih bagus lagi, katanya, mereka bisa menunjukkan kinerja yang nyata dengan memegang teguh profesionalisme kerja.

Anik Kasiyani, Ketua DPRD Kendal menegaskan, mutasi jabatan adalah kewenangan kepala daerah. Hal itu menurutnya merupakan sesuatu yang wajar sesuai kebutuhan dan penyegaran organisasi.
”Yang diperlukan adalah dilakukan secara propopsional, juga profesional dalam arti tidak melakukan politik terhadap birokrasi. Pertimbangan tersebut perlu dilakukan agar birokrat mendapatkan waktu dan kesempatan yang cukup untuk meniti karier dan meningkatkan kompetensi serta profesionalitas,” paparnya.
263Pejabat.

Seperti telah diketahui, sejak dilantik sekitar pertengahan Agustus 2010 lalu, Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti tercatat sudah melantik dan memutasi pejabat sebanyak empat kali tahapan. Total pejabat yang dimutasi, bahkan mencapai 263 orang. Angka ini tergolong banyak, apalagi hampir di seluruh dinas serta bagian sudah pernah dilakukan perombakan kedudukan jabatan.

Widya Kandi telah melakukan perombakan dan mutasi sejak sebulan usai dilantik Agustus lalu. Tepatnya Kamis (30/9) tahun 2010, 12 pejabat dimutasi dari jabatannya. Pejabat struktural yang dilantik saat itu, terdiri dari pejabat ekselon II B (3 orang), eselon III A (5 orang), eselon III B (1 orang), eselon IV A (2 orang) serta eselon IV B (1 orang). Selang sebulan, tepatnya hari Jumat (15/10) Bupati Kendal kembali melakukan perombakan struktur bawahannya. Mutasi kali ini meliputi 89 pejabat, terdiri dari tiga orang pejabat eselon II B, IIIA (20 orang), IIIB (12 orang) dan IVA (54 orang). Pelantikan tersebut merupakan tahap kedua pasca pelantikannya sebagai Bupati Kendal pada tanggal 23 Agustus.

Senin (15/11), Bupati kembali melantik 99 pejabat struktural dan satu direktur umum BPR. Sebanyak 30 pejabat eselon III dan 69 pajabat eselon IV serta seorang Direktur Umum BPR Kendali Artha digeser ke posisi yang baru. Dan terakhir Jumat (4/2), sebanyak 62 pejabat dari berbagai eselon dipromosikan dalam rangkaian mutasi tahap keempat Pemkab Kendal.

Dr Hj Widya Kandi Susanti MM mengatakan, mutasi pejabat di kalangan birokrasi merupakan hak preogratif bupati. ”Mutasi dilakukan guna penyegaran dan penyesuaian dengan kebutuhan. Penempatan pejabat juga dilakukan secara profesional. Rolling jabatan kami harapkan bisa diartikan sebagai sesuatu yang wajar. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan prestasi dan kinerja,” ujar Bupati.(H71-14)
Penyelesaian:
Kata mutasi atau pemindahan oleh sebagian masyarakat sudah dikenal, baik dalam lingkungan maupun di luar lingkungan perusahaan (pemerintahan). Mutasi adalah kegiatan memindahkan tenaga kerja dari satu tempat tenaga kerja ke tempat kerja lain. Akan tetapi mutasi tidak selamanya sama dengan pemindahan. Mutasi meliputi kegiatan memindahkan tenaga kerja, pengoperan tanggung jawab, pemindahan status ketenagakerjaan, dan sejenisnya. Adapun pemindahan hanya terbatas pada mengalihkan tenaga kerja dari satu tempat ke tempat lain.
Menurut Alex S Nitisemito (1982:132) pengertian mutasi adalah kegiatan dari pimpinan perusahaan untuk memindahkan karyawan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain yang dianggap setingkat atau sejajar.
Selanjutnya H. Malayu S.P. Hasibuan (2008 : 102) menyatakan bahwa mutasi adalah suatu perubahan posisi/jabatan/tempat/pekerjaan yang dilakukan baik secara horizontal maupun vertikal di dalam satu organisai. Pada dasarnya mutasi termasuk dalam fungsi pengembangan karyawan, karena tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja dalam perusahaan (pemerintahan ) tersebut.
Sedangkan menurut Sastrohadiwiryo (2002 : 247) mutasi adalah kegiatan ketenagakerjaan yang berhubungan dengan proses pemindahan fungsi, tanggung jawab, dan status ketenagakerjaan tenaga kerja ke situasi tertentu dengan tujuan agar tenaga kerja yang bersangkutan memperoleh kepuasan kerja yang mendalam dan dapat memberikan prestasi kerja yang semaksimal mungkin kepada perusahaan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa mutasi diartikan sebagai perubahan mengenai atau pemindahan kerja/ jabatan lain dengan harapan pada jabatan baru itu dia akan lebih berkembang.



Mutasi tidak terlepas dari alasan untuk mengurangi rasa bosan pegawai kepada pekerjaan serta meningkatkan motivasi dan semangat kerja pegawai, selain itu untuk memenuhi keinginan pegawai sesuai dengan minat dan bidang tugasnya masing-masing dimana dalam kegiatan pelaksanaan mutasi kerja sering disalah tafsirkan orang yaitu sebagai hukuman jabatan atau didasarkan atas hubungan baik antara atasan dengan bawahan.
Dalam pelaksanaan mutasi harus benar-benar berdasarkan penilaian yang objektif dan didasarkan atas indeks prestasi yang dicapai oleh karyawan mengingat sistem pemberian mutasi dimaksudkan untuk memberikan peluang bagi para karyawan negeri sipil untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Semangat kerja pegawai juga dapat menurun apabila pihak atasan tidak memperhatikan kepentingan para bawahan. Hal ini akan menurunkan semangat kerja para pegawai. Indikator dari turunnya semangat kerja antara lain rendahnya produktivitas, tingkat absensi pegawai tinggi, gaji rendah, dan lain-lain. Dengan demikian pastilah akan mempengaruhi semangat kerja pegawai dalam suatu organisasi.




PENUTUP

A.    Kesimpulan
Administrasi kepegawaian berkaitan dengan penggunaan sumber daya manusia dalam suatu organisasi. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam kegiatan belajar ini telah dikemukakan beberapa pendapat para ahli tentang pengertian, ruang lingkup, dan fungsi/aktivitas kepegawaian.
Mutasi adalah kegiatan dari pimpinan perusahaan untuk memindahkan karyawan dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain yang dianggap setingkat atau sejajar (Alex S Nitisemito (1982:132). Selanjutnya H. Malayu S.P. Hasibuan (2008 : 102) menyatakan bahwa mutasi adalah suatu perubahan posisi/jabatan/tempat/pekerjaan yang dilakukan baik secara horizontal maupun vertikal di dalam satu organisasi. Sedangkan menurut Sastrohadiwiryo (2002 : 247) mutasi adalah kegiatan ketenagakerjaan yang berhubungan dengan proses pemindahan fungsi, tanggung jawab, dan status ketenagakerjaan tenaga kerja ke situasi tertentu dengan tujuan agar tenaga kerja yang bersangkutan memperoleh kepuasan kerja yang mendalam dan dapat memberikan prestasi kerja yang semaksimal mungkin kepada perusahaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, mutasi diartikan sebagai perubahan mengenai atau pemindahan kerja/ jabatan lain dengan harapan pada jabatan baru itu dia akan lebih berkembang.

B.     Saran
1.         Diharapkan kepegawaian mampu memberikan kesadaran kepada pegawai apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana agar pekerjaan dilaksanakan sebaik-baiknya.
2.         Diharapkan kepegawaian mampu menilai baik tidaknya cara-cara penerimaan dan pengujian calon-calon pegawai.
3.         Diharapkan dengan adanya mutasi dapat menempatkan pegawai sesuai dengan kompetennya masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA


Hani Handoko, T.1989. Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.